Jalan Ahmad Yani No 139, Semarang
02476442525

Kemenkeu Jateng Dorong Sinergi untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 persen pada 2029

Di publish pada 13-08-2025 09:52:17

Kemenkeu Jateng Dorong Sinergi untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 persen pada 2029
Kemenkeu Jateng Dorong Sinergi untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 persen pada 2029

Semarang (12/08/2025) – Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Forum Ekonomi Regional (FER) di Semarang pada Selasa (12/8/2025) dengan tema “Reviu Kinerja Ekonomi dan Fiskal pada Kuartal Kedua Tahun 2025 dan Kunci Sukses Program Strategis Nasional di Jawa Tengah”.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, para kepala kantor wilayah dan unit vertikal Kemenkeu di Jawa Tengah, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pusat Statistik, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait. 

Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Tengah, Imik Eko Putro, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan II 2025 mencapai 5,28 persen (year on year), meningkat dibanding Triwulan I yang sebesar 4,96 persen. Menurutnya, capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global. 

“Meski patut kita syukuri, target jangka menengah kita adalah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Untuk itu diperlukan upaya ekstra yang terukur, terstruktur, dan terkoordinasi lintas sektor,” ujar Imik. 

Imik menjelaskan bahwa arah kebijakan nasional melalui Asta Cita Presiden RI menitikberatkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, penguatan ketahanan pangan dan energi, serta industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri. Sejumlah isu prioritas daerah yang menjadi sorotan meliputi penguatan Koperasi Desa Merah Putih melalui peningkatan kapasitas manajemen dan akses permodalan, pengembangan Sekolah Rakyat serta revitalisasi sekolah termasuk SMA Unggul Garuda, dan perumusan strategi jangka panjang untuk ketahanan pangan dan energi. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan FER yang menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa instrumen fiskal, baik melalui APBN maupun APBD, memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. 

“Daerah memerlukan dukungan dari APBN, namun juga harus terus didorong untuk mandiri. Saat ini sumber pendapatan asli daerah masih didominasi basis konsumsi, belum berbasis investasi. Ke depan, kita perlu mengubah struktur ini agar pertumbuhan lebih berkelanjutan,” kata Sumarno. 

Imik menegaskan bahwa keberhasilan mencapai target pertumbuhan ekonomi tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan penyusunan proyeksi ekonomi yang realistis, publikasi rencana dan capaian secara transparan, serta sinergi erat antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat. 

“Kita memerlukan komitmen bersama, keberanian mengambil keputusan strategis, dan konsistensi dalam pelaksanaan. Hanya dengan langkah nyata di daerah, target 8 persen pada 2029 dapat terwujud,” pungkasnya. 

#beacukaijatengdiy #bcjatengdiy #beacukaimakinbaik


Isikan nama, email dan komentar Anda

Highlight Kantor Kami

Website BC Jateng DIY