Jalan Ahmad Yani No 139, Semarang
02476442525

Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Dorong UMKM Naik Kelas, Raup Devisa Ekspor Rp26,8 Miliar

Di publish pada 11-08-2025 15:45:29

Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Dorong UMKM Naik Kelas, Raup Devisa Ekspor Rp26,8 Miliar
Kanwil Bea Cukai Jateng DIY Dorong UMKM Naik Kelas, Raup Devisa Ekspor Rp26,8 Miliar

Semarang (11/08/2025) – Kanwil Bea Cukai Jateng DIY terus menunjukkan komitmen dalam mendorong pertumbuhan UMKM berorientasi ekspor. Melalui berbagai program pembinaan, asistensi, dan fasilitasi, Bea Cukai berhasil membantu pelaku usaha lokal menembus pasar internasional dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.

Sepanjang periode Januari hingga Juli 2025, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY telah menjaring 37 UMKM untuk dilakukan pembinaan. Dari jumlah tersebut, 26 UMKM telah mendapatkan asistensi langsung berupa pendampingan teknis, penjelasan prosedur kepabeanan, hingga pengenalan peluang pasar global. Hasilnya, 19 UMKM binaan berhasil melakukan ekspor ke berbagai negara tujuan, menghasilkan devisa ekspor senilai Rp26,8 miliar. 

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, R. Megah Andiarto, menjelaskan bahwa pembinaan UMKM dilakukan secara berjenjang. “Kami memulai dari tahap identifikasi potensi, melakukan asistensi terkait persyaratan ekspor, hingga menghubungkan pelaku usaha dengan buyer internasional. Tujuannya adalah memastikan UMKM siap secara administrasi, kualitas produk, dan strategi pemasaran,” ungkap Megah. 

Menurutnya, keberhasilan 19 UMKM melakukan ekspor membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing yang tinggi di pasar global. “Mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk tekstil, semua punya peluang untuk masuk ke pasar mancanegara asalkan memenuhi standar yang dibutuhkan. Kami di Bea Cukai siap menjadi jembatan untuk itu,” tambahnya. 

Selain pendampingan langsung, pada bulan Juli 2025, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bersama satuan kerja di bawahnya telah menggelar sembilan kali kegiatan sosialisasi dan asistensi kepada pelaku UMKM di berbagai daerah. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, asosiasi pelaku usaha, serta instansi terkait untuk memberikan edukasi menyeluruh mengenai prosedur ekspor, regulasi kepabeanan, hingga strategi branding produk. 

Megah menegaskan, pembinaan UMKM menjadi salah satu fokus Bea Cukai sebagai wujud dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif. “Kami ingin UMKM di Jawa Tengah dan DIY tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pelaku ekspor yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan pemda, kementerian terkait, dan sektor swasta akan terus diperkuat untuk membangun ekosistem ekspor yang sehat,” ujarnya. 

Bea Cukai juga mendorong pemanfaatan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE IKM) yang dapat membantu UMKM menghemat biaya produksi, meningkatkan efisiensi, dan memperluas kapasitas usaha. Dengan fasilitas ini, pelaku usaha memperoleh pembebasan bea masuk atas bahan baku impor yang digunakan untuk memproduksi barang ekspor. 

Sebagai langkah lanjutan, Bea Cukai Jateng DIY berencana memperluas jangkauan pembinaan hingga ke daerah-daerah yang belum terjangkau, sekaligus memanfaatkan momentum pameran internasional untuk mempromosikan produk binaan. “Kami yakin, dengan kerja sama yang erat, UMKM di wilayah ini bisa menjadi tulang punggung ekspor nonmigas Indonesia,” pungkas Megah. 

#beacukaijatengdiy #bcjatengdiy #beacukaimakinbaik


Isikan nama, email dan komentar Anda

Highlight Kantor Kami

Website BC Jateng DIY