Bea Cukai Jateng DIY Teguhkan Sinergi Bersama Media, Perkuat Komunikasi Publik dan Kinerja Pengawasan
Di publish pada 29-07-2025 12:58:23
Semarang (28/7/2025) — Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menggelar acara Media Gathering di Mess Anjing Pelacak K-9, Semarang, sebagai upaya memperkuat sinergi dengan insan pers serta meningkatkan transparansi informasi kepada publik.
Kepala Kanwil DJBC Jateng DIY, Imik Eko Putro, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran aktif jurnalis dan insan kehumasan dalam membangun narasi publik yang positif dan berimbang tentang Bea Cukai.
“Media Gathering ini menjadi bagian dari strategi komunikasi publik kami untuk membangun hubungan yang erat, setara, dan konstruktif dengan insan pers sebagai mitra strategis. Kami ingin menyampaikan kinerja institusi secara terbuka serta memberikan klarifikasi atas isu-isu yang berkembang secara langsung dan transparan,” ujar Imik.
Imik menambahkan bahwa media memiliki peran penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat, terutama di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pengawasan yang dihadapi oleh Bea Cukai di wilayah Jateng dan DIY. Melalui kegiatan ini, Bea Cukai berharap media juga menjadi kanal edukatif yang menjembatani pemahaman publik terhadap kebijakan dan inovasi pelayanan.
Dalam paparannya, Imik menyampaikan capaian kinerja Kanwil DJBC Jateng DIY pada semester I tahun 2025. Hingga 30 Juni 2025, realisasi penerimaan mencapai Rp28,57 triliun atau 43,17% dari target tahunan sebesar Rp66,19 triliun. Rinciannya terdiri dari penerimaan cukai sebesar Rp27,39 triliun, bea masuk sebesar Rp1,38 triliun, dan bea keluar Rp42 miliar.
Di bidang penegakan hukum, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY telah melakukan 878 penindakan cukai dengan barang bukti lebih dari 64 juta batang rokok ilegal dan 12 ribu liter minuman beralkohol ilegal. “Dari penindakan tersebut, potensi penerimaan negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp57,8 miliar,” terang Imik.
Selain itu, terdapat 483 penindakan kepabeanan dengan potensi penerimaan negara senilai Rp4,2 miliar, serta 20 pengungkapan kasus narkotika. Dari keseluruhan penindakan, 33 kasus telah masuk ke tahap penyidikan.
Di bidang pelayanan, Bea Cukai terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan berbagai fasilitas kepabeanan. Hingga pertengahan 2025, telah diberikan 18 fasilitas Kawasan Berikat (KB), dua fasilitas KITE, serta masing-masing satu fasilitas untuk KITE IKM, Pusat Logistik Berikat, dan Toko Bebas Bea. Saat ini, terdapat 430 perusahaan penerima fasilitas yang menyerap tenaga kerja sebanyak 613 ribu orang.
“Devisa hasil ekspor dari perusahaan penerima fasilitas KB mencapai Rp64,51 triliun dengan nilai investasi Rp42,02 triliun. Untuk KITE, devisa ekspor mencapai Rp3,36 triliun dengan investasi sebesar Rp8,15 triliun. UMKM binaan kami juga berkontribusi menyumbang devisa ekspor lebih dari Rp21 miliar,” ungkapnya.
Imik menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bea Cukai, sinergi lintas instansi, serta dukungan masyarakat dan media. Imik mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan pengawasan.
“Kami menyadari bahwa citra institusi bukan hanya ditentukan dari apa yang kami kerjakan, tetapi juga dari bagaimana publik memersepsikannya. Di sinilah peran media sebagai mitra strategis kami sangat penting,” tegas Imik.
Kegiatan ditutup dengan demo pelacakan oleh unit K-9 Bea Cukai sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dalam menjalankan fungsi pengawasan di lapangan.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses