Jalan Ahmad Yani No 139, Semarang
02476442525

UMKM Jawa Tengah Siap Mendunia! Logistic Expo 2025 Jadi Langkah Nyata Menuju Ekspor Tangguh

Di publish pada 05-11-2025 15:59:55

UMKM Jawa Tengah Siap Mendunia! Logistic Expo 2025 Jadi Langkah Nyata Menuju Ekspor Tangguh
UMKM Jawa Tengah Siap Mendunia! Logistic Expo 2025 Jadi Langkah Nyata Menuju Ekspor Tangguh

Semarang (04/11) - Gedung Keuangan Negara (GKN) II Semarang pada Selasa, 4 November 2025, dipenuhi semangat kolaborasi dan antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka antusias menghadiri “Logistic Expo 2025: Langkah UMKM Go Ekspor” yang diselenggarakan oleh Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta bersama Bea Cukai Tanjung Emas, Bea Cukai Semarang, serta KPTIK BMN Semarang. Mengusung tema “Kolaborasi UMKM, Logistik, dan Pemerintah untuk Ekspor Tangguh”, acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekspor Jawa Tengah melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri logistik, dan para pelaku UMKM.

Sebanyak 116 pelaku UMKM hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang secara interaktif, mulai dari sesi edukasi tematik, diskusi panel, hingga expo logistik yang menghadirkan berbagai mitra usaha dan lembaga pendukung ekspor. Dengan konsep yang memadukan edukasi dan pameran, para peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman langsung melalui interaksi dengan penyedia jasa logistik, perbankan, dan instansi pembina usaha. Suasana belajar yang dinamis dan partisipatif membuat forum ini terasa hidup—dengan banyaknya pertanyaan yang muncul dari peserta yang ingin mengetahui langkah konkret untuk mewujudkan ekspor produk mereka ke mancanegara. 

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Tengah, Imik Eko Putro, menyampaikan apresiasi atas semangat para pelaku UMKM yang terus berinovasi dan berjuang memperluas pasar di tengah berbagai tantangan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari sinergi lintas sektor dalam mendorong UMKM naik kelas. “Dengan kegiatan ini, harapannya semua peluang untuk ekspor yang membutukan ekosistem yang solid—mulai dari kemudahan prosedur, dukungan logistik, hingga pembinaan berkelanjutan, dapat terbuka lebar sehingga semangat para pelaku UMKM bisa terus tersulut” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Imik menjelaskan bahwa peran Bea Cukai kini tidak hanya sebatas mengamankan penerimaan negara, tetapi juga menjadi fasilitator perdagangan dan industrial assistance. Melalui berbagai inovasi dan program pendampingan seperti Klinik Ekspor dan aplikasi PINTUMAS (Pusat Informasi Terpadu Pelabuhan Tanjung Emas), Bea Cukai berkomitmen memberikan kemudahan akses informasi dan layanan ekspor bagi pelaku usaha. “Kami ingin memastikan bahwa setiap UMKM berpotensi ekspor mendapatkan pembinaan dan kemudahan layanan. Dengan sistem digital seperti PINTUMAS, kami berupaya menjadikan Pelabuhan Tanjung Emas sebagai logistics hub yang ramah bagi UMKM,” jelasnya. 

Peluncuran aplikasi PINTUMAS menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan ini. Aplikasi tersebut dirancang sebagai pusat informasi satu pintu yang menyediakan berbagai data dan layanan terkait Pelabuhan Tanjung Emas. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan ekspor bagi para pelaku UMKM. “Lewat PINTUMAS, kami ingin menutup kesenjangan informasi. UMKM kini dapat mengakses segala hal terkait logistik dan ekspor hanya melalui satu platform,” tambah Imik. 

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi strategis. Bea Cukai Tanjung Emas membahas kelengkapan dokumen ekspor dan kemudahan fasilitas bagi pelaku usaha kecil, PT Pelindo menjelaskan manajemen kepelabuhanan serta akses logistik yang optimal, sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah membagikan tips dan strategi mencari pembeli luar negeri. Dari sisi mutu produk, Balai Besar POM Semarang menekankan pentingnya sertifikasi dan standar keamanan pangan bagi produk yang akan diekspor. Tak kalah menarik, sesi kisah inspiratif dari PT Sango Ceramics Indonesia memberikan gambaran nyata bagaimana pelaku industri asal Jawa Tengah dapat menembus pasar global dengan konsistensi kualitas dan inovasi. 

Selama acara berlangsung, suasana expo dipenuhi interaksi hangat antara peserta dan para penyedia jasa logistik, lembaga keuangan, hingga instansi pendukung ekspor. Banyak peserta yang mengaku kegiatan ini memberikan pemahaman baru serta membuka peluang jejaring yang sebelumnya sulit dijangkau. “Kami jadi tahu bahwa ekspor ternyata tidak serumit yang dibayangkan, asal paham alurnya dan tahu siapa yang bisa membantu,” ujar salah satu peserta UMKM yang hadir dengan penuh semangat. 

Kegiatan Logistic Expo 2025 ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak eksportir tangguh dari Jawa Tengah. Imik Eko Putro menutup sambutannya dengan pesan inspiratif yang menggema di seluruh ruangan. “Ekspor bukan sekadar mengirim barang ke luar negeri, tetapi juga membawa nama baik Indonesia ke pasar global—melalui kualitas produk, kejujuran usaha, dan profesionalitas pelayanan,” ujarnya. 

Dengan semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku logistik, dan UMKM, Logistic Expo 2025 membuktikan bahwa kerja sama lintas sektor dapat menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing ekspor daerah. Dari forum ini, diharapkan lahir generasi baru eksportir UMKM yang tidak hanya tangguh di pasar lokal, tetapi juga percaya diri bersaing di kancah global. 

#beacukaijatengdiy #bcjatengdiy #beacukaimakinbaik


Isikan nama, email dan komentar Anda

Highlight Kantor Kami

Website BC Jateng DIY