Kanwil Bea Cukai Jateng DIY dan Disperindag Gelar Dialog Menjaga Nafas Tembakau Temanggung
Di publish pada 23-10-2025 11:13:44
Temanggug (23/10/2025) – Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bekerja sama dengan Disperindag Jateng menyelenggarakan kegiatan Dialog Interaktif TV dan Radio di Temanggung selama dua hari, yakni pada Rabu (22/10/2025) dan Kamis (23/10/2025). Dialog ini mengusung tema penting "Menjaga Nafas Tembakau Temanggung" sebagai upaya menjaga keberlangsungan komoditas strategis tersebut.
Dalam paparannya, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, R. Megah Andiarto, menekankan peran Bea Cukai dalam mengawal industri tembakau, khususnya terkait kepatuhan perundang-undangan cukai.
"Dialog interaktif ini menjadi sarana penting untuk sosialisasi dan edukasi mengenai ketentuan cukai, khususnya dalam pemberantasan rokok ilegal yang merugikan negara dan petani tembakau legal," ujar Megah.
Megah menambahkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi cukai merupakan kunci utama untuk menjaga iklim usaha yang sehat serta menjamin pendapatan negara yang akan kembali lagi ke daerah, salah satunya melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Sementara itu, dari unsur Pemerintah Kabupaten Temanggung, Sumarno selaku Kepala Bidang Holtikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Temanggung, menyampaikan pandangannya dari sisi pertanian dan prospek tembakau di tingkat petani.
Sumarno menyoroti pentingnya peningkatan kualitas panen dan tantangan yang dihadapi petani, seperti perubahan iklim dan harga jual. "Pemerintah daerah terus berupaya memberikan pendampingan teknis kepada petani agar hasil panen tembakau Temanggung tetap memiliki kualitas terbaik yang diakui secara nasional. 'Nafas' tembakau Temanggung sangat bergantung pada kesejahteraan petaninya," jelas Sumarno.
Melengkapi pandangan dari regulator dan pemerintah daerah, Ketua Litbang Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng, Noer Ahsan, memberikan perspektif dari sisi organisasi petani dan riset.
"Kami menyambut baik inisiatif dialog ini. APTI berkomitmen untuk menjembatani komunikasi antara petani, pemerintah, dan pihak industri. Riset dan pengembangan sangat diperlukan untuk mempertahankan varietas unggul tembakau lokal agar tetap kompetitif," kata Noer Ahsan.
Ahsan juga menekankan bahwa kolaborasi yang intensif antara semua pemangku kepentingan, termasuk dukungan Bea Cukai dalam menekan peredaran barang ilegal, menjadi prasyarat untuk "Menjaga Nafas Tembakau Temanggung" agar tetap eksis dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses