Jalan Ahmad Yani No 139, Semarang
02476442525

Investasi Naik, Ekspor Melonjak! Bea Cukai Jateng DIY Fasilitasi Industri Tekstil Salatiga ke Pasar Dunia

Di publish pada 14-11-2025 15:07:30

Investasi Naik, Ekspor Melonjak! Bea Cukai Jateng DIY Fasilitasi Industri Tekstil Salatiga ke Pasar Dunia
Investasi Naik, Ekspor Melonjak! Bea Cukai Jateng DIY Fasilitasi Industri Tekstil Salatiga ke Pasar Dunia

Semarang (13/11) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Bea Cukai Jateng DIY) secara resmi memberikan fasilitas fiskal Kawasan Berikat kepada PT Shunfa Safety Technology Indonesia pada Rabu (12/11). Penyerahan dilakukan di kantor Kanwil Bea Cukai Jateng DIY sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan industri tekstil dan peningkatan ekspor nasional.

Perusahaan yang berlokasi di Kota Salatiga ini bergerak di bidang produksi pakaian berbahan tekstil dengan kapasitas produksi mencapai 3,6 juta potong pada tahun 2025 dan meningkat hingga 7,2 juta potong pada 2029. Produk-produk garmen tersebut diekspor ke berbagai negara tujuan utama seperti Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara di Eropa.

 

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, R. Megah Andiarto, menjelaskan bahwa Kawasan Berikat merupakan tempat penimbunan barang impor dan/atau barang dari dalam negeri untuk diolah, dirakit, atau digabungkan sebelum diekspor.

 

“Melalui fasilitas Kawasan Berikat, perusahaan memperoleh insentif fiskal, antara lain pembebasan bea masuk dan tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor bahan baku. Tujuannya adalah mendorong efisiensi produksi dan meningkatkan daya saing ekspor,” terang Megah.

 

Lebih lanjut, Megah menegaskan bahwa pemberian fasilitas ini merupakan bagian dari upaya Bea Cukai dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, serta memperkuat industri berorientasi ekspor.

 

PT Shunfa Safety Technology Indonesia telah menanamkan investasi senilai Rp21 miliar pada tahun 2025, dan akan meningkat menjadi Rp44 miliar pada tahun 2029. Dari sisi ketenagakerjaan, perusahaan menyerap 615 tenaga kerja lokal pada 2025, dan jumlah ini diproyeksikan melonjak hingga 1.300 orang pada 2029.

 

Dari kinerja ekspor, nilai devisa yang dihasilkan perusahaan mencapai Rp40 miliar pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi Rp80 miliar pada 2029.

 

Direktur PT Shunfa Safety Technology Indonesia, Hu Bo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan Bea Cukai Jateng DIY. “Kami sangat berterima kasih kepada Bea Cukai Jateng DIY atas kepercayaan dan fasilitas yang diberikan. Fasilitas Kawasan Berikat ini akan kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk memperluas pasar ekspor dan mendukung perekonomian daerah,” ujarnya.

 

Selain meningkatkan ekspor dan menyerap tenaga kerja, keberadaan PT Shunfa juga memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar. Aktivitas perusahaan turut menggerakkan sektor ekonomi lokal, seperti toko kelontong, rumah makan, penyedia alat tulis kantor, hingga usaha kos-kosan.

 

“Inilah yang kami harapkan dari setiap fasilitas Kawasan Berikat yang diberikan—tidak hanya berdampak pada ekspor, tetapi juga menumbuhkan ekonomi masyarakat di sekitar perusahaan,” tutup Megah.

 

Dengan bertambahnya satu lagi perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat di wilayah Jawa Tengah, Bea Cukai Jateng DIY optimistis akan semakin banyak industri berorientasi ekspor yang tumbuh, sehingga berkontribusi nyata terhadap pemulihan ekonomi nasional.

#beacukaijatengdiy #bcjatengdiy #beacukaimakinbaik


Isikan nama, email dan komentar Anda

Highlight Kantor Kami

Website BC Jateng DIY