Generasi Muda Jateng DIY Bersuara Lantang: Tolak Rokok Ilegal Demi Masa Depan Sehat dan Hijau
Di publish pada 09-10-2025 12:46:53
Semarang (09/10/2025) – Upaya pencegahan peredaran rokok ilegal di Jawa Tengah dan DIY terus digencarkan, melibatkan peran aktif generasi muda dalam bingkai dialog interaktif yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) bekerjasama dengan Kanwil Bea Cukai Jateng dan Disperindag Jateng. Mengangkat tema sentral "Suara Generasi Muda: Stop Rokok Ilegal, Hidupkan Budaya Hijau," acara ini menjadi wadah penting untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kaum muda, tentang bahaya dan kerugian rokok ilegal.
Dialog yang disiarkan langsung tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan tokoh muda inspiratif. R. Megah Andiarto, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, menyampaikan bahwa sosialisasi rokok ilegal telah gencar dilakukan baik melalui media sosial maupun secara langsung ke masyarakat. Megah juga memaparkan hasil nyata penindakan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY. "Sejak Januari hingga akhir September 2025, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY telah melakukan penindakan terhadap 106,33 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang mencapai Rp 153,99 miliar," ungkapnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa potensi kerugian cukai yang berhasil diselamatkan dari penindakan tersebut mencapai Rp 102,78 miliar. Megah menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika memiliki informasi terkait rokok ilegal ke kantor Bea Cukai terdekat atau melalui media sosial resmi.
Dari sektor industri dan perdagangan, Devita Ayu Miradanti, Kepala Bidang Standarisasi Industri dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jateng, turut memberikan himbauan keras. "Kami dari Disperindag mendukung penuh untuk stop rokok ilegal dan menghidupkan budaya hijau, karena memilih masa depan dengan budaya hijau adalah pilihan yang cerdas," tegas Devita, mengaitkan isu rokok ilegal dengan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan.
Sementara itu, representasi suara generasi muda diwakili oleh M. Firmansyah, Mas Jawa Tengah 2025. Ia mengajak seluruh pemuda untuk sadar bahwa rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga merusak masa depan generasi muda karena tidak terjamin keamanannya dan seringkali mengandung bahan berbahaya. "Sudah saatnya kita menjadi generasi muda yang kritis dan berani menolak adanya rokok ilegal demi menjaga kesehatan, mendukung ekonomi bangsa, dan menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan," seru Firmansyah. Ia menambahkan bahwa masa depan yang sehat dan hijau berawal dari keputusan yang kita ambil saat ini.
Dialog ini diharapkan dapat memobilisasi kesadaran publik bahwa menolak rokok ilegal adalah langkah awal menuju lingkungan yang lebih sehat dan ekonomi yang lebih kuat, sejalan dengan semangat budaya hijau yang cerdas dan berkelanjutan.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses